Khanyunis-Infopalestina : Perdana menteri Palestina, Ismael Haneya menegaskan sejak awal ide Zionis telah terbentur. Sementara falsafah eksistensi Zionis telah gagal dalam melindungi keberadaanya. Tidak ada masa depan bagi mereka di Palestina. Dalam pada itu, Haneya mengingatkan setrategi Zionis dalam meyahudikan kota Al-Quds. Saat ini al-Quds menjadi target yahudisasi, baik dari atasnya berupa perluasan permukiman, maupun dari bawahnya berupa penggalian terowongan yang bisa disaksikan di televise-televisi. Pernyataan ini diungkapkan, Haneya dalam acara buka puasa bersama dengan keluara syuhada di Khanhunis Kamis (3/9). Dalam kesempatan itu, Haneya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa dan kegembiraanya dapat hadir dalam acara yang mulia dengan ikatan iman dan Islam serta aqidah. Juga dalam tujuan dan langkah yang sama dalam membebaskan tanah suci dan mengembalikan hak-hak. Ia juga menyampaikan salam hormat kepada para syuhada Khanyunis berikut keluarganya, disamping beberapa yang terluka dan yang ditawan pemerintah Israel. “Tidak berlebihan bila saya katakan, setiap kali mengunjungi Khanyunis hati ini bertambah lapang, tenang dan tentram. Keimanan kami juga bertambah tinggi dengan berkumpulnya bersama para pejuang yang telah bersabar melakukan perlawanan. Kemenangan insya Allah akan segera tiba”, ungkap Haneya. Ia menambahkan, walau kondisi dan situasi yang begitu sulit, namun kita tetap tawakal pada Allah. Kita percaya, masa depan ada di tangan kita. Penjajahan ini akan segera berlalu. Namun sayang, menteri ekonomi di pemerintahan illegal saat ini, bertemua dengan sejumlah petinggi Zionis di Al-Quds. Kemudian mengatakan, “Kami tak ingin perundingan”. Bagaimana mereka menghadapi semua yang terjadi ini ?. Haneya menegaskan, pertemuan ini merupakan legalisasi terhadap tindakan Zionis di Al-Quds, disamping memberikan payung hukum terhadap yahudisasi dan perluasan permukiman oleh Zionis. Dijelaskan, setiap pemikiran yang mencerabut hak-hak Palestina atau memberikan legalitas terhadap yahudisasi Palestina adalah tertolak. Sebab Palestina adalah milik bangsa Palestina dan itu tanah kaum muslimin. Kita tidak akan mengakui keyahudian Entitas. Palestina tidak akan pernah menjadi negara Yahudi. Kita pun tidak mengenal Entitas Yahudi. Barang siapa yang menempuh cara-cara diatas maka bersiap-siap saja berbenturan dengan ummat Islam. “Menghadapi Israel bukan dengan peluk cium, akan tetapi dengan ketegasan dan perlawanan. Selama masih ada penjajahan maka hak rakyat untuk terus memeranginya. (asy)
|